this is me
Sabtu, 04 Agustus 2012
angka keramat
Haha oke itu judul diatas engga mutu banget ya-__- oke kita mulai
Aku engga tau kenapa ya akhir-akhir ini sering banget liat angka itu, yaaaaa engga mesti dikasih tau lah ya nomernya berapa, yang jelas itu angka berarti banget buat aku *dulu* hehe:’) engga tau akunya masih berharap atau gimana, tanpa disengaja angka itu sering banget muncul, ya tiap aku liat menit lah, detik lah, jam lah pasti aja angka itu pas aku liatnya. Sedikit aneh sih ko bisa sering banget gitu ya, apa mungkin gara-gara dulu “someone” special pernah janji ya? Mungkin tuh angka nuntut si dia nepatin janjinya ya? Semoga saja yaaa *amiiiin* hihi;;) . ya jujur aja sih ya, aku belum bisa pindah ke lain hati selain dia, istilah jaman sekarang sih belum bisa move on gitu:> tapi ya mau sampe kapan gini terus, toh dianya sudah tak cinta lagi...... tapi move juga engga bisa soalnya masih ada si angka keramat itu, yang bikin aku selalu tiba-tiba sedih bahkan sampe nangis kalo ngebayangin “kita” waktu dulu, kangeeeen banget rasanya...... seandainya ya waktu bisa diputer lagi, aku pasti bakalan jaga dia buat aku...... sejauh ini sih kita Cuma temen, cuman aku masih terus berharap kita bisa back alias balikan, tapi kayanya itu mustahil deh ya soalnya ya gimana...... dan sekarang pun cuman bisa dihantui oleh angka keramat itu dan Cuma bisa berdoa sama tuhan supaya bisa jodoh sama dia suatu saat nanti sesuai janji dia, *amiiiin*
-diambil dari curhatan seseorang-
By: Anna Kurnia
Rabu, 13 Juni 2012
Inilah Rahasia Sukses Bangsa Jepang
Jepang, bersama China dan Korea
Selatan sukses menjadi raksasa Asia dalam teknologi dan ekonomi. Padahal
mereka hancur lebur saat kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh
Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Apa saja rahasia sukses mereka?
1. Kerja Keras
Bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di
Jepang adalah 2450 jam/tahun sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika
Serikat (1957 jam), Inggris (1911 jam) dan Perancis (1680 jam. Seorang
pekerja di Jepang bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh
5-6 orang.
Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di
Jepang dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak
dibutuhkan" oleh perusahaan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras)
mungkin hanya ada di Jepang.
Karena bangsa Jepang tidak menyukai kemalasan, maka jangan heran apabila
mendengar kabar pengemis ditemukan tewas di emperan karena tidak ada
yang memberi sedekah. Bukan berarti mereka pelit, tetapi bangsa Jepang
tidak suka melihat mereka yang hanya ingin "enaknya doang". Namun mereka
akan dengan senang hati memberi bantuan modal dengan syarat lunak
apabila kita ingin bekerja. Ingat, Jepang adalah negara yang sering
memberikan hibah kepada Republik Indonesia.
2. Budaya Malu
Malu adalah budaya turun temurun bangsa Jepang. Harakiri, menjadi ritual
sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran atau
gagal dalam tugas. Memasuki dunia modern wacananya sedikit berubah ke
makna "mengundurkan diri" bagi pejabat yang terlibat masalah korupsi
atau gagal menjalankan tugas. Efek negatifnya adalah banyak anak-anak
usia sekolah yang bunuh diri karena nilainya jelek atau tidak naik
kelas.
Orang Jepang malu terhadap lingkungannya bila melanggar aturan/norma
yang sudah menjadi kesepakatan umum. Mereka secara otomatis langsung
membentuk antrian dalam berbagai situasi seperti beli tiket. Bahkan
untuk memakai toilet umum mereka berjajar rapi walau sudah kebelet.
3. Hidup Hemat
Bangsa Jepang memiliki semangat hidup hemat. Sikap anti konsumerisme
terlihat dalam berbagai bidang kehidupan di Jepang. Anda akan
terheran-heran kalau melihat supermarket disana ramai antrian pada pukul
19.30. Ternyata supermarket disana memotong harga sampai separuhnya
pada waktu setengah jam sebelum tutup. Banyak orang Jepang tidak
memiliki mobil bukan karena tidak mampu membeli tapi lebih hemat
menggunakan bus atau kereta untuk bepergian.
4. Loyalitas Tinggi
Loyalitas membuat sisatem karir di sebuah perusahaan berjalan dan
tertata dengan rapi. Tidak seperti di negara lain, sangat jarang ada
orang Jepang yang berpindah-pindah perusahaan. Karena mereka mempunyai
sense of belonging yang tinggi terhadap tempatnya bekerja. Bagi mereka,
terlebih bagi yang terlibat sejak awal berdirinya perusahaan, kesuksesan
perusahaan adalah kesuksesan bagi mereka juga. Oleh karena itu banyak
orang Jepang yang bertahan di sati-dua perusahaan sampai pensiun. Ini
bukan berarti mereka tidak suka suasana baru atau tantangtan baru,
melainkan hanya masalah loyalitas.
5. Inovasi
Bangsa Jepang adalah bangsa penemu, tapi punya keleibihan dalam
"memoles" temuan orang dan memasarkannya dalam bentuk berbeda yang
diminati oleh masyarakat. Ingat saja kesuksesan Walkman produksi Sony
yang legendaris yang merupakan pengejawantahan Radio Tape Casette dalam
bentuk portabel dan bisa dimasukkan ke saku. Atau kereta api yang bukan
mereka penemunya, tetapi merekalah yang pertama menciptakan Shinkansen
(kereta peluru).
Sabtu, 02 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Kisah sedih tentang sahabat :(
Senja
yang dulu indah kini menjadi temaram dan bulan yang dulu purnama kini
perlahan berubah menjadi sabit. Seperti keadaan hati seorang gadis
remaja yang meratapi kekosongan dan kehampaan hatinya karena ditinggal
oleh sahabat yang selama ini setia menemaninya baik syka maupun duka.
Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat
salah satunya Icha. Icha tinggal di Ciracas, JakartaTimur. Dia anak
pertama dari 2 bersaudara, dia adalah seorang remaja yang lugu dan
sangat ceria. Kami bersahabat sudah cukup lama, aku kenal Icha waktu
kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta. Setelah
awal oerkenalan itu,pertemanan kami berlanjut karena kami diterima di
SMP itu. Kami selalu bersama-sama bagai amplop dan perangko yang tak
dapat terpisahkan, itulah kami. Kami juga selalu satu kelas.
Setelah
lulus SMP aku dan Icha memutuskan untuk satu sekolah, hari pertama aku
dan Icha menjalani ospek, rasanya takut dan tegang banget, tapi aku
melihat seorang cowok yang sangat perfeck di kantin sekolah, dia sangat
manis apalagi pada saat aku melihatnya sedang tersenyum pada beberapa
orang yang menyapanya, manis sekali senyumnya, disaat aku sedang asyik
memperhatikan cowok itu tanpa ku sadari didepanku ada salah seorang
kakak senior yang sangat galak, upzzz…. Aku menabrak dia, dia
marah-marah padaku meski aku telah minta maaf padanya, lupakan saja dia
kita kembali pada cowok yang aku lihat tadi, tapi aku mencari-cari
kesekeliling kantin tapi cowok itu udah gak ada. Icha hanya tertawa
melihat tingkah lakuku. Huh… ini semua gara-gara keteledoranku, tapi gak
apa-apa suatu hari nanti pasti aku dapat bertemu dengannya kembaali
karena aku yakin dia siswa di SMA ini. Aku dan Icha melanjutkan
perjalanan kami ke kelas. Ospek pertama telah dimulai, ada beberapa
kakak senior masuk kekelas tanpa ku sadari cowok yang ku lihat di kantin
sekolah tadi pagi ada didepan mataku. Aku senang sekali karena aku
kembali beetemu dengannya walau dia tak ku kenal sama sekali.
Aku
mencari tau siapa sebenarnya cowok itu, dari beberapa orang yang aku
tanya mereka mengatakan dia adalah ketua osis, namanya radit, Cuma itu
informasi aku dapatkan tentang dia, tapi udah cukup kok. Singkat cerita
aku dan kak Radit mnjedi tambah akrab tapi cuma sebatas teman. Yang tak
pernah aku duga ternyata kak Radit naksir sama Icha, aku sedih banget
karena dia adalah cinta pertamaku, tapi apa daya aku tak bisa berbuat
apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak
Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit
tapi kenapa dia tega padaku. Mungkin inilah nasibku, setelah kejadian
itu persahabatan aku dan Icha menjadi renggang, aku jarang menyapanya
dan sepertinya juga dia sekarang jarang ada waktu buat kita berdua
sanma-sama lagi seperti dulu. Lagi pula aku tak sekelas dengannya.
7 Rahasia perawatan kulit secara alami

Kita telah membaca ribuan tips
kecantikan dan mencoba ratusan produk perawatan kulit. Wanita selalu
ingin tampil sempurna di hadapan pasangannya. Jadi, cobalah tujuh
rahasia kecantikan ini, seperti yang dilansir di timesofindia.indiatimes.com.
Rahasia 1
Minum air: Kulit kering sering disebabkan oleh kebiasaan malas minum air. Minum air minimal 8 gelas per hari agar kulit tetap lembab.
Rahasia 2
Tabir surya adalah sebuah keharusan. Tabir surya adalah produk terbaik untuk kulit awet muda. Sinar UV adalah sumber utama dari penuaan kulit. Gunakan tabir surya 15 menit sebelum keluar rumah, sehingga tubuh bisa menyerap dengan benar.
Rahasia 3
Melembabkan kulit: Pastikan Anda selalu membawa lotion pelembab. Jangan biarkan kulit menjadi kering dan bersisik.
Rahasia 4
Tangan dan leher juga penting: Rawat kulit tangan dan leher seperti Anda merawat kulit wajah Anda. Anda harus encuci, membersihkan, dan melembabkan wajah. Oleskan krim pelembab pada leher dan tangan agar mereka tetap lembab dan halus.
Rahasia 5
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan kapasitas oksigen. Jadi jangan malas untuk berolahraga supaya tubuh tetap sehat!
Rahasia 6
Makanan sehat: Makan banyak buah dan sayuran segar. Vitamin A, C, dan E dapat mengatasi masalah kulit.
Rahasia 7
Merasa rileks dan tenang. Stres sangat mempengaruhi kecantikan kulit Anda. Anda tentu pernah mendengar bahwa tersenyum membuat wajah awet muda.
Cantik tak hanya mengenai perawatan luar saja. Kecantikan yang alami juga datang dari dalam diri Anda. Selamat mencoba!
Rahasia 1
Minum air: Kulit kering sering disebabkan oleh kebiasaan malas minum air. Minum air minimal 8 gelas per hari agar kulit tetap lembab.
Rahasia 2
Tabir surya adalah sebuah keharusan. Tabir surya adalah produk terbaik untuk kulit awet muda. Sinar UV adalah sumber utama dari penuaan kulit. Gunakan tabir surya 15 menit sebelum keluar rumah, sehingga tubuh bisa menyerap dengan benar.
Rahasia 3
Melembabkan kulit: Pastikan Anda selalu membawa lotion pelembab. Jangan biarkan kulit menjadi kering dan bersisik.
Rahasia 4
Tangan dan leher juga penting: Rawat kulit tangan dan leher seperti Anda merawat kulit wajah Anda. Anda harus encuci, membersihkan, dan melembabkan wajah. Oleskan krim pelembab pada leher dan tangan agar mereka tetap lembab dan halus.
Rahasia 5
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan kapasitas oksigen. Jadi jangan malas untuk berolahraga supaya tubuh tetap sehat!
Rahasia 6
Makanan sehat: Makan banyak buah dan sayuran segar. Vitamin A, C, dan E dapat mengatasi masalah kulit.
Rahasia 7
Merasa rileks dan tenang. Stres sangat mempengaruhi kecantikan kulit Anda. Anda tentu pernah mendengar bahwa tersenyum membuat wajah awet muda.
Cantik tak hanya mengenai perawatan luar saja. Kecantikan yang alami juga datang dari dalam diri Anda. Selamat mencoba!
Ayah , Selamat Ulang Tahun
Aku melirik jam weker di sebelah bed lamp. Jarum jam menunjukkan pukul enam pagi. Aku meregangkan otot-ototku yang masih terasa kaku. Aku gerakkan punggungku ke kiri dan kanan untuk membebaskanku bergerak. Hari ini, aku harus sesegera mungkin berangkat ke kantor, atasanku ingin menemuiku. Aku heran mengapa hanya aku saja yang disuruh menemuinya, rekan kantorku yang lain tidak.
Dengan malas aku melangkahkan kakiku menuju ruang tengah. Terdengar
suara seorang wanita sedang bernyanyi di dapur. Angel. Istriku yang
tengah hamil enam bulan sedang membuat sarapan untukku. Perlahan aku
menghampirinya. Aku memeluknya dari belakang ketika ia mengocok telur.
“Lagi masak apa?” tanyaku sambil mencumi pipinya.
“Ini, aku bikin telur dadar buat kamu, sayang.” Jawabnya sambil terus menggerakkan tangannya yang lincah.
“Oya, semalam ayah kamu telepon, sepertinya dia ingin bicara dengan kamu.” Tambah istriku memulai pembicaraan.
“Kapan? Kok aku gak tahu?” balasku.
“Semalam, setelah kamu pulang dari kantor. Ketika aku bilang kamu lagi
tidur , ayah kamu mengurungkan niatnya buat ngomong sama kamu, lagian
beliau kan tahu kalo kamu lagi tidur, gak mau diganggu, susah dibangunin
lagi,” jawabku istriku.
“Ya, biar aku telepon nanti, mungkin Ayah Cuma ingin tahu kabarku di Bandung,”
***
Namaku Johan, usiaku saat ini 29 tahun. Di usiaku yang masih muda ini,
boleh di bilang aku termasuk pemuda yang beruntung. Aku bekerja di salah
satu kantor keuangan di Bandung sebagai akuntan. Di antara semua
karyawan yang ada di kantor, aku adalah anak kesayangan atasanku. Ia
sering memberiku gaji tambahan karena aku biasa mengerjakan pekerjaan
tepat waktu dan boleh dibilang memuaskan daripada karyawan yang lainnya.
Kesuksesan ini tidak aku dapatkan secara instan dan mudah seperti
membalikkan telapak tangan. Aku masih begitu ingat, betapa semangatnya
ayahku yang bekerja sebagai cleaning service untuk membiayaiku sekolah meski aku tahu, penghasil ayah saja pas-pasan untuk makan sehari-hari.
“Yah, aku mau berhenti sekolah saja,” jawabku suatu ketika, saat aku duduk di bangku kelas dua SMA.
“Untuk apa?” tanyanya sambil melirikku dengan tatapan kurang setuju.
“Aku tidak mau Ayah terbebani dengan biaya sekolahku,”
Ayahku tersenyum, “Kamu gak usah mikir biaya sekolah kamu, itu urusan
Ayah. Kalau kamu berhenti sekolah, sama saja kamu mematahkan semangat
Ayah. Ayah tidak mau kamu nantinya seperti Ayah yang hanya tamatan SD
ini,”
“Iya, Yah. Tapi, apa Ayah masih sanggup membiayai sekolahku?”
Ayah mengeluarkan dompet dari kantong celananya, dompet yang lusuh,
robek di sana-sini, “Biar dompet Ayah ini sudah tidak layak pakai
seperti ini, tapi bisa membiayai kamu sekolah. Ayah akan melakukan apa
saja untuk bisa menyekolahkanmu, karena Ayah ingin kamu sukses,”
jawabnya sambil menunjukkan dompet lusuh itu padaku, anak satu-satunya.
Aku tersenyum lebar, “Terima kasih, Yah! Nanti, kalau aku sukses, pasti
aku ganti dompet Ayah yang lusuh itu dengan yang lebih bagus,” jawabku.
***
Telepon genggamku berdering keras ketika aku tengah sibuk menyelesaikan
pekerjaanku. Aku yang sedang meyusun laporan keuangan perusahaan – yang
harus diselesaikan dengan segera – menghentikan aktivitasku sejenak.
Aku merogoh telepon genggam di saku celanaku. Ku lihat di layar,
tertulis nama Ayah sedang menelponku.
“Halo, Yah!” jawabku segera.
“Halo, Joe! Sedang apa?” tanyanya.
“Ini nih, aku lagi sibuk nyusun laporan keuangan, mesti diselesaikan hari ini, Yah! Ada apa, Yah? ” tanyaku.
“Tidak apa-apa, Ayah hanya sekedar ingin ngobrol saja,”
“Oh, jangan sekarang ya, Yah! Nanti Johan telepon lagi! Pasti Johan telepon,” janjiku.
“Baiklah,” jawab Ayahku.
***
Jam
sepuluh malam, aku baru tiba di rumah. Dengan pikiran yang lelah, aku
memasuki rumah. Aku baru pulang dari kantor. Ketika jam kerja sudah
habis, aku masih harus menghadiri meeting, menemani atasanku.
Istriku menyambut, ia langsung meraih tasku dan membawanya ke kamar. Aku
menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu, melepaskan lelah yang tengah
menghampiriku. Aku merogoh kantong celanaku. Aku raih telepon genggamku
yang sengaja aku nonaktifkan saat meeting. Aku berniat mengaktifkannya
namun aku urungkan.
“Kenapa baru pulang jam segini?” Tanya istriku sambil duduk di sebelahku. Ia menyandarkan kepalanya tepat di dadaku.
“Aku habis dari meeting, Pak Robi mengajakku bertemu dengan client-nya.” Jawabku sambil membelai rambut istriku.
“O ya, tadi aku sama temen aku beli ini,” tiba-tiba istriku bangkit dan mengambil sesuatu dari plastik putih yang ada di meja.
“Apa ini?” tanyaku sambil membukanya.
“Sebulan
yang lalu, kamu kan pernah bilang kalo kamu pengen beliin dompet itu
buat Ayahmu, ya udah, tadi mumpung lagi ada uang lebih aku beliin,”
“Terima kasih, sayang!” ucapku sambil mengecup keningnya.
Istriku
memang sangat perhatian, bukan hanya denganku tapi, dengan anggota
keluargaku. Aku ingat benar, betapa tulusnya ia menerima keluargaku yang
berasal dari kalangan ‘kurang mampu’. Aku masih ingat, betapa ia tidak
mempedulikan statusku. Bukan hanya aku yang senang padanya, anggota
keluarga begitu senang terhadap sikap baik Angel. Seperti hari ini, dia
membelikan dompet yang ingin aku berikan untuk hadiah ulang tahun
Ayahku. Sudah lama aku ingin membelikannya dompet itu untuk ayah, tapi
aku selalu saja mengurungkan niatku itu, karena masih ada hal lain yang
harus aku penuhi.
***
“Ayah,”
panggilku dari kejauhan ketika kulihat Ayahku sedang berdiri di sebuah
pintu yang begitu terang. Entahlah dimana aku tidak tahu.
Ayahku hanya menoleh padaku, dia tersenyum, kemudian kembali memandang pintu itu lagi.
“Ayah,” panggilku lagi. Ayahku melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
Aku mendekatinya. Matanya terlihat cerah di usianya yang beranjak 65 tahun. Aku melihat wajahnya berseri-seri.
“Ayah, selamat ulang tahun, ini untukmu,” kataku sambil memberikan dompet yang dibelikan istriku.
Ayahku tersenyum menerimanya. Ia terlihat begitu beda.
“Terima kasih anakku,” jawabnya pendek.
Aku
tersenyum membalasnya. Lalu, ayahku kembali memandang cahaya terang
yang ada di hadapannya. Ia berjalan seolah mengabaikan aku yang ada di
dekatnya.
Aku
terus memanggilnya, “Ayah, mau ke mana? Ayah…. Ayah… Ayah… mau ke
mana?” panggilku. Aku berlari mengejarnya, namun sia-sia sepertinya ia
tak mendengarku.
***
Jam tiga pagi, Angel terbangun ketika mendengar suaminya sedang menggigau.
“Sayang,
bangun! Sayang!” ucap Angel membangunkan suaminya yang tengah menggigau
menyebut Ayahnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Dada suaminya basah
berkeringat. Angel bingung harus melakukan apa.
“Ayah!” seru Johan kemudian tersadar dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah.
“Sayang, kamu kenapa?” Tanya Angel panic.
Johan
tak menjawab. Ia mencoba mengontrol nafasnya yang masih naik turun,
terengah-engah seperti habis lari. Angel beranjak dari tempat tidur dan
mengambilkan segelas air putih untuk suaminya itu.
“Minum dulu,” ucap Angel yang masih diliputi kebingungan.
“Mana handphone-ku,” kata Johan setelah meneguk air putih samba mencari handphone-nya.
“Ini, sayang!” Angel meraih handphone yang berada di dekat bed lamp dan memberikannya pada Johan.
“Kamu kenapa?” Tanya Angel yang masih penasaran dengan kejadian yang baru saja dialami oleh Johan.
“Aku mimpi Ayah,” jawabnya pendek sambil berusaha mengaktifkan handphone yang dimatikannya sejak ia meeting.
Terlihat
beberapa pesan masuk di layar. Johan mengabaikannya. Ia sesegera
mungkin mengontak Ayahnya. Johan baru ingat, kemarin ia berjanji untuk
menelepon Ayahnya tapi, diingkarinya. Lama Johan menunggu teleponnya
tersembung tapi, tak ada yang mengangkat teleponnya. Johan kemudian
membuka beberapa pesan masuk di handphone-nya. Beberapa pesan masuk itu
dari Angel, teman Johan dan Ayah! Tanpa piker panjang, Johan langsung
membuka satu persatu pesan dari Ayahnya tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)